Sandhy Sondoro – Why Dont’t We

Posted on March 10, 2010

0


1

Akhirnya saya punya juga penyanyi favorit asli IndonesišŸ˜€. Dia adalah Sandhy Sondoro, pengamen asal Jerman asli IndonesiašŸ˜€

Sandhy Sondoro, lahir di pulau Jawa, Indonesia. Sandhy lahir dari keluarga yang mencintai musik. Di rumahnya selalu terdengar irama Pop Amerika, folk, jazz dan blues yang berasal dari permainan gitar sang Ibu atau ayahnya sehari-hari.

Bukan musik tradisional Indonesia yang mempengaruhinya melainkan musik soul dan blues. Sandhy Sondoro tidak hanya penyanyi, penulis lagu, dan pemain gitar yang baik, dia juga memiliki banyak bakat lainnya seperti ahli menggambar dan memasak. Di Indonesia, Sandhy Sondoro mulai bermain di sebuah band ketika SMA.

Sandhy membawakan lagu-lagu rock dari band Van Halen, Mr Big atau The Black Crowes dalam band tersebut. Pada usia 18 tahun ia pergi mengunjungi pamannya di California dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Setahun kemudian ia pergi ke Jerman untuk belajar arsitektur.

Kesulitan berbuah hasil. Di Berlin, Sandhy yang hidup sendiri terpaksa mandiri. Mulai dari mencari uang makan, belajar memasak, hingga membiayai studinya. Tak ayal, ia mesti memutar otak dan memeras keringat.

Dorongan untuk bermusiklah yang akhirnya menjadikan jalan untuk mengumpulkan pundi-pundi penyambung hidup. Ia pun mulai menjajaki jalan-jalan kota Berlin, mengamen di Metro, dari pub ke pub. Di jalanan Berlin ini pula ia mulai dikenal dan berkenalan dengan sejumlah musisi dan produser.

Setelah mengeluarkan album bertitel Why don’t we debut yang mengukuhkan keberadaan, serta kualitas dirinya sebagai ‘pendatang luar’ di blantika musik Jerman, dan mendapat apresiasi positif oleh banyak kalangan di benua biru itu.

Kini single terbaru Shine hasil kolaborasi dengan duo DJ Ibiza dan Dublex Inc, terus menapaki posisi atas airplay dan chart radio di kota-kota besar Eropa seperti Berlin, Austria, Madrid, dan Paris.

Sandhy yang mengidolai Almarhum Benyamin S. ini sudah lama memulai karir musik profesional. Namun baru banyak dikenal publik Jerman setelah tampil di salah satu acara televisi nasional Jerman ProSieben yaitu TV Total pada 2007.

Akhirnya Sandhy Sondoro ikut dalam ajang kontes seperti American Idol bernama SSDSDSSWEMUGABRTLAD di TV Jerman Pro7 (ProSieben).

Seperti halnya Indonesian Idol, acara ini cukup sohor di Jerman yang dipandu host Stefan Raab. Jelas ini membanggakan kita sebagai orang Indonesia. Kecintaan pada musik dan keharusan bertahan hidup sambil menyelesaikan kuliah, ia jalani sebagai musisi jalanan.

Bernyanyi di trotoar hingga ke subway sekalipun adalah keseharian seorang Sandhy Sondoro. Lagunya yang cukup terkenal Down On The Street merupakan detail soundtrack kehidupannya yang diasah lewat pengalaman ber-jam session dengan sejumlah musisi lain di sebuah jazz bar di jantung kota Berlin.

Kemampuannya menulis, mengaransemen, dan menyanyikan lagu cukup disegani kalangan musisi papan atas Jerman, seperti Gregor Meyle.

Berbagai panggung prestise semacam House of World Cultures atau Museum Isle di Berlin juga pernah disinggahi Sandhy Sondoro sebagai tempat mengekspresikan musiknya.

Memang menarik untuk menyimak perjalanan karir musik Sandhy Sondoro di negeri orang yang secara tidak sengaja menyeret nama Indonesia, negara asalnya, yang kini ia harumkan lewat banyak prestasi. Untuk itu pula pada Agustus 2008, KBRI Jerman memberinya anugerah Satya Lencana Karya Satya.Ā  (source: http://indie.inilah.com)

Ini nih saya punya link buat download full album Why Dont’ We-nya, download here! server indowebster, bagi yang masih kebingungan cara download-nya, apalagi yang baru tau indowebsteršŸ˜€ hhe, just leave me comment

Posted in: Download, News